Label

Jumat, 26 April 2013

Muallaf Yang Digelari Wahaby

Setelah saya masuk Islam, pastinya orang-orang mantan agama yang dulu saya anut, membenci saya. Tapi bagi saya hinaan, celaan, makian dari orang-orang yang dulu pernah dekat dengan saya, ditanggapi dengan senyuman, dan saya tetap berpegang teguh kepada keyakinan saya yang baru, dan ingin menjadi muslim yang sejati.

Menghadapi fitnah dari agama nasrani (mantan agama saya), tentunya saya mesti memperdalam Al Qur’an dan Sunnah, agar saya bisa membantah mereka hujah berdasarkan dalil yang shahih.

Ketika saya memperdalam Al Qur’an dan Hadist, untuk bekal ilmu berdakwah kepada orang-orang Nasrani, justru kendala dari umat islam sendiri, malah sering saya dihina, dicaci-maki, dilabeli gelar, seperti teroris, wahaby, sawah, salahfikir, dsb,,,

Okelah kalau begitu ...

Ketika saya mengorek-ngorek ritual kaum Nasrani tentang Selametan Kematian 1-7, 40, 100, setahun, saya bilang itu bukan ajaran yesus, itu ajaran Hindu
eh..justru malah saya diberi gelar kenduri WAHABY

Ketika saya membongkar kebusukan kristen Nias, tentang ritual tolak bala, sesembelihan buat leluhur mereka yang sudah mati, agar terhindar dari malapetaka.
Sudah pastinya, orang-orang kejawen menyebut saya wayang WAHABY

Ketika saya membongkar Kebusukan Maulid Nabi Yesus tanggal 25 Desember, bahwa maulid itu ajaran Fir’aun, bukan ajaran Yesus
eh.. pastinya pasukan pro Maulid, langsung ceramah di youtube, memvonis saya kaum sawah WAHABY

Ketika saya menyarankan, agar Umat Muslim, jangan mati dalam keadaan jahiliyah, berhari raya bersama Pemerintah Indonesia, agar tidak menjadi fitnah dari orang kafir.
Eh.. sama ormas oposisi dan sekte sempalan, saya dikasih parcel tulisan WAHABY

Ketika saya mengorek-ngorek ritual kaum nasrani, ziarah kubur dengan tabur bunga itu meniru ajaran Tionghoa sejak abad ke 2.
eh.. justru saya dikalungi bunga dengan tulisan WAHABY

Ketika saya mengutak-ngatik ritual kaum nasrani, tentang 7 bulanan bagi ibu hamil, bahwa itu ajaran agama hindu.
Pastinya, langsung saya dikasih sesajen WAHABY

Ketika saya membongkar kebusukan Katholik, tentang permintaan melalui perantara orang Santo/Santa yang telah mati yang dianggap mereka sebagai pahlawan,
pastinya para kaum kuburiyun, ngasih kemenyan WAHABY

Ketika saya mengorek ritual kaum nasrani, bahwa nyanyi di gereja itu bukan ajaran yesus. Yesus hanya wudhu dan shalat.
Eh… sudah tentu pastinya yang suka nyanyi-nyanyi shalawatan ciptaaan H***d A**i dan W**i B**d dinyanyikan di mesjid, saya dimasukan ke album rekaman WAHABY

Ketika saya bilang, Allah di langit, bersemayam di atas arsy, mustahil Allah masuk ke Patung Yesus.
eh.. pastinya sekte jahmiyyah, yang bilang Allah banyak, langsung dicorat coret di toilet umum dengan tulisan WAHABY

SAYA BINGUNG, Wahaby itu apa,? kata pak kyai dan habib saya ini bermadhzab WAHABY (Muhammad Bin Abdul Wahab) sama seperti Ibnu Taimiyah yang bermadzhab, Ibnu taimiyah itu lahirnya sekitar tahun 700 hijriyah, Gurunya Ibnu Taimiyah katanya Muhammad Bin Abdul Wahab yang lahirnya sekitar tahun 1.100 Hijriyah (berarti ibnu taimiyah, berguru sama manusia yang belum hidup donk)

Sebenarnya banyak celaan bagi diri saya, ketika saya bilang Teroris itu Ahli Bid’ah SESAT bermanhaj khawarij, langsung antek2 Im** Sa*****, ngasih bingkisan bom WAHABY

Saya mengorek ajaran occultisme orang nasrani, bahwa yesus tidak punya tenaga dalam dan kebal senjata, tentunya kaum Sufi dan tim Densus, ngasih saya mantra WAHABY

Ketika saya menolak bahwa Demontrasi menjelek-jelekan Pak Presiden SBY dipublik, itu bukan Ajaran Islam, meniru kebiasaan orang kafir dan bermanhaj Khawarij, pastinya H***** T***** demo bikin spanduk WAHABY

Ketika saya bilang sama orang nasrani, Demokrasi bukan ajaran yesus, itu ajaran Para penyembah Dewa Yunani, pastinya IM, mencoblos saya WAHABY

Yang paling Getol tentunya JIL, ketika saya bilang jangankan dalam hukum islam, dalam Alkitab juga pelaku homoseks itu dihukum mati, dan dalam alkitab juga Wanita Wajib Berjilbab.
Pastinya Dedengkot Liberal, langsung seminar dikampus dengan tema WAHABY

Kalau sekte LDII, bukan lagi disebut WAHABY, tapi sudah dihina, bekas telapak kaki saya sudah dianggap najis seperti babi, sudah dianggap bukan muslim.

Sama dengan Agama Ahmadiyah, percuma katanya saya masuk islam, karena WAHABY itu bukan islam.
Apalagi Agama Rafidhah tidak perlu disebutkan, saya sudah bukan disebut WAHABY lagi, Tapi KAFIR HARBI ^_^

TAPI SAYA BANGGA DISEBUT WAHABY, MUDAH-MUDAHAN SAYA MENINGGAL DUNIA DALAM KEADAAN WAHABY

kalau gue wahaby, emang masalah buat loe.. !!!



disunting oleh : Abu Maryam Haazimah

Catt. : Istilah “Wahabi” diambil dari kata “Al-Wahab”, yang artinya ‘Dzat Yang Maha Pemberi’. Kata “Al-Wahab” merupakan salah satu nama Allah (asma`ul husna). Sedangkan tambahan huruf “i” pada akhir kata ini memberikan makna tambahan “golongan”. Sehingga, istilah “Wahabi” secara bahasa artinya ‘golongan Al-Wahab‘, atau ‘golongan Allah taala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar