Label

Rabu, 10 April 2013

Kalau Allah di “ATAS” berarti memerlukan tempat untuk bersemayam ..??

¤ Penanya:

Saya jadi bingung. Kalau Allah di “ATAS” berarti memerlukan tempat untuk bersemayam. Kalau memerlukan “TEMPAT”, berarti Allah “BERBENTUK”, sesuatu yang berbentuk berarti “BENDA”, kalau “BENDA” berarti tidak kekal.?

¤ Dijawab sbb. :
Allah tidak memerlukan tempat dan tidak diliputi oleh tempat. Allah tidak memerlukan makhluk-Nya sama sekali. Allah Mahakekal, selamanya, sebagaimana yang Allah beritakan.

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur ….” (QS. Al-Baqarah: 255)

Jumat, 05 April 2013

Bait Sya’ir yang membuat Al-Imam Ahmad -rahimahullaah- menangis

Dikisahkan, ada seseorang yang mendatangi Al-Imam Ahmad dan bertanya kepada beliau, “Wahai Imam, bagaimana menurut anda mengenai sya’ir ini?“

Beliau menjawab, “Sya’ir apakah ini?” di mana orang tersebut membaca sya’ir berikut

إذا ما قال لي ربي اما استحييت تعصيني

Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku?”

Sya’ir Aqidah Muslim karya Syaikh Mula ‘Imran ‘Ali Al-’Imran rahimahullah

Berikut adalah sya’ir yang dibuat oleh Asy-Syaikh Mula ‘Imran -rahimahullaah- ulama pada abad ke-13 hijriyyah yang saya nukilkan dari kitab Manhaj Al-Firqotun Najiyah Wa Ath-Thoifah Al-Mansuroh karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu -rahimahullaah-

إن كان تابعُ أحمدٍ متوهّبا
فأنا المقِرُّ بأنني وهَّابي

Jika pengikut Ahmad (Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah Wahhabi
Maka ku akui bahwa diriku adalah Wahhabi

أنفي الشريك عن الإله فليسَ لي
ربٌّ سوى المتفردِ و الوهاب

Kutiadakan sekutu bagi Ilah, maka tidak ada (sesembahan) bagiku
Kecuali Rabb Yang Maha Esa lagi Maha Pemberi

Sya'ir Ibnul Qoyyim tentang Wanita Bidadari

Bait-bait ini diambil dari kitab Ibnul Qoyyim yang berjudul Al-Kaafiyah As-Syaafiyah, yang dikenal juga dengan Nuuniah Ibnil Qoyyim rahimahullah. Bait-bait sya’ir ini disebut dengan “Nuuniah” karena seluruh bait-bait sya’ir tersebut diakhiri dengan huruf nuun, sebagaimana nanti bisa dilihat oleh para pembaca yang budiman.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

وَرَأَوْا عَلَى بُعْدٍ خِيَامًا مُشْرِفا ... تٍ مُشْرِقَاتِ النُّوْرِ وَالْبُرْهَانِ

Dan mereka (para lelaki penghuni surga) melihat dari kejauhan kemah kemah yang tinggi dan memancarkan cahaya dan petunjuk

فَتَيَمَّمُوْا تِلْكَ الْخِيَامَ فَآنَسُوْا ... فِيْهِنَّ أَقْمَارَا بِلاَ نُقْصَانِ

Merekapun menuju ke kemah-kemah tersebut maka mereka mendapati dalam kemah-kemah tersebut rembulan-rembulan yang sempurna tanpa kekurangan sedikitpun

مِنْ قَاصِرَاتِ الطَّرْفِ لاَ تَبْغَى سِوَى ... مَحْبُوْبِهَا مِنْ سَائِرِ الشُّبَّانِ

Para bidadari yang membatasi lirikan mata mereka, bidadari tidak menginginkan melainkan kekasihnya dari para pemuda yang ada

Senin, 01 April 2013

Larangan Berfikir Tentang Dzat Allah

Allah Subhaanahu wa ta'aala berfirman yang artinya,  

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.'" (Ali 'Imran: 191).

"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.'" (Yunus: 101).

"Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu Karena mereka akan masuk neraka." (Shaad: 27).

Makhluk yang pertama diciptakan Allah

 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (artinya):  
“Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-Qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ Ia menjawab: ‘Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?’ Allah berfirman: ‘Tulislah taqdir segala sesuatu sampai terjadinya hari Kiamat.’”  
(HR. Abu Dawud [no. 4700], Shahih Abi Dawud [no. 3933], at-Tirmidzi [no. 2155, 3319], Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah [no. 102], al-Ajurry dalam asy-Syari’ah [no.180], Ahmad [V/317], Abu Dawud ath-Thayalisi [no. 577], dari Sahabat ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu ‘anhu, hadits ini shahih). (Silahkan lihat buku Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tulisan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 377).

Kamis, 28 Maret 2013

Laki-Laki Wajib Shalat Berjamaah di Masjid, Benarkah?

Pertanyaan:

Adakah dalil yang menyatakan bahwa lelaki wajib melaksanakan shalat fardhu berjamaah di mesjid, sementara bila dikerjakan di rumah tanpa uzur maka shalat fardhunya itu tidak sah?

Jawaban:

Perlu diketahui, para ulama sepakat bahwa menegakkan shalat lima waktu di mesjid termasuk ibadah teragung. Namun, mereka masih berselisih pendapat tentang hukumnya, apakah wajib atau tidak bagi lelaki.

Di antara pendapat tersebut ada pendapat yang mewajibkan lelaki melaksanakan shalat fardhu berjamaah di mesjid dan shalatnya tidak sah tanpa berjamaah di mesjid, kecuali ada uzur. Pendapat ini adalah pendapat sejumlah ulama, di antaranya adalah Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah -dalam salah satu pendapat beliau- dan Ibnul Qayyim. Ini juga pendapat yang dipilih mazhab zahiriyah dan dirajihkan oleh Ibnu Hazm.

Di antara dalil-dalil mereka adalah:

Rabu, 27 Maret 2013

Sufi atau Shûfiy, Kapan & Bagaimana Tahap Kemunculannya ?

PENDAHULUAN

Benarkah tasawuf merupakan ajaran Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam dan sudah muncul semenjak zaman Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam? Atau benarkah merupakan amaliyah para Sahabat radhiyallâhu 'anhum dan sudah muncul semenjak zaman mereka?

Jika memang demikian, tentu ada riwayatnya dan sudah tercatat dalam sejarah. Tentu pula istilah tasawuf dan sufi (menurut lidah dan ejaan bahasa Indonesia), atau tashawwuf dan shûfiy (menurut ejaan dan lidah bahasa Arab) tidak akan diperdebatkan oleh Ulama tentang akar kata kalimat tersebut.

Pada kenyataannya, tidak ada satupun riwayat shahîh yang menerangkan kalimat tersebut. Bahkan riwayat dha’îf pun tentang kalimat itu sulit dicari. Bahkan ditinjau dari sisi bahasa Arab pun, para Ulama berselisih pendapat tentang asal mula kata tersebut. Maka ini tentu menunjukkan bahwa kata sufi dan tasawuf tidak memiliki akar kata yang jelas dalam bahasa Arab.

Senin, 25 Maret 2013

Adab Berhubungan Intim, Agar Kenikmatannya Berpahala

Saudaraku, wahai para suami dan para istri, sesungguhnya jima’ (hubungan intim suami istri) adalah salah satu masalah penting yang mendapatkan perhatian dari Islam, dan Islam telah menetapkan kaidah-kaidah dan adab-adabnya, supaya tabiat manusia tidak seperti binatang yang tidak memiliki aturan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan manusia di atas makhluk-makhluk yang Allah ciptakan, sebagaimana firman-Nya:
 
( وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً) (الاسراء:70)

”Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al-Israa’: 70)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menanamkan pada setiap manusia hasrat biologis (seksual) dan Dia menjadikan untuk manusia cara yang syar’i untuk menuanaikan atau menyalurkan hasrat seksual tersebut, dan hal ini supaya tidak menimbulkan timbul kekacuan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan kaidah-kaidah dan adab-adab dalam menyalurkan hasrat seksual tersebut (jima’), dan di antara adab-adab yang harus diperhatikan tersebut adalah sebagai berikut:

Biografi Ringkas Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah

Nama lengkap beliau adalah 'Abdurrahman bin Abil Hasan 'Ali bin Muhammad bin 'Ubaidillah al-Qurasyi. Kakeknya terkenal dengan sebutan Ibnul Jauzi (anak kelapa), karena kelapa yang ia miliki di Wasith, di mana di sana sama sekali tidak ada kelapa selain milik beliau.

Beliau lahir pada tahun 510 H. Ayahnya meninggal ketika beliau berumur tiga tahun, lalu beliau diasuh oleh bibinya (dari pihak ayah). Ketika beliau mulai tumbuh, bibinya membawa beliau kepada al-Hafizh Ibnu Nashir, lalu beliau belajar kepadanya dan menghasilkan ilmu dalam memberikan wejangan yang tidak dihasilkan oleh seorang pun selainnya, bahkan diceritakan bahwa sebagian majelisnya dihadiri oleh lebih dari 100.000 orang.

Ibnul Jauzi menulis buku 2.000 jilid dengan tulisan tangan beliau, 100.000 orang telah bertaubat dengan perantaraannya dan 20.000 orang masuk Islam dengan perantaraannya pula.

Rabu, 20 Maret 2013

Mengenal Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh para sahabat beliau.

Allah ta’ala berfirman :

“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah, lalu kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. Ar-Radd : 41)
Atha’ -rahimahullah- berkata : “Makna ayat ini : “lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya”, adalah kematian para ulamanya”.

Senin, 18 Maret 2013

Fadhilah Surat Yasin

MUQADDIMAH

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at, ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.

Jumat, 15 Maret 2013

Dialog Iblis dengan Rosulullah tidak benar

Ramai Di internet Dan buku-Buku terjemahan hadits mengenai Dialog Iblis Dengan Rasulullah shallallahu Alaihi Wa Sallam :

Kisah Dialog Rosulullah -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- dengan Iblis Ternyata Palsu


 Mungkin sudah berapa banyak diantara kita yang buka2 internet, terus menemukan artikel KISAH DIALOG NABI صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ DENGAN IBLIS

Artikel ini Beredar sangat banyak dan sudah lama, hadits tentang dialog antara Rasul mulia dan Iblis terlaknat. Sebagian masyarakat menganggap bahwa isinya baik dan bermanfaat sehingga layak disebarkan padahal hadits ini adalah hadits MAUDHU'/PALSUu dan DUSTA atas nama Nabi dan berisi hal yang bahaya dan mencederai Rasulullah dan shahabat.

KAU INI BAGAIMANA ? LALU MAUMU APA ?

KAU INI BAGAIMANA ? LALU MAUMU APA ?

Nabimu telah bersabda bahwa semua bid’ah (dalam agama) adalah sesat
Tapi kau malah bilang tidak semua bid’ah sesat

Nabimu tidak pernah buat acara tahlilan
tapi kau malah buat acara tahlilan

Minggu, 10 Maret 2013

Rabu, 27 Februari 2013

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah .:. Cahaya Sunnah dari Unaizah

Oleh Abu ‘Aisyah Arif Fathul Ulum ::: fii kitaabihii “Barisan Ulama Pembela Sunnah Nabawiyah” Ed 1
Nama dan Nasab Beliau

Beliau rahimahullaah adalah Syaikh al-‘Allamah Abu ‘Abdillah Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Sulaiman bin ‘Abdurrahman al-‘Utsaimin al-Wuhaiby at-Tamimy.
 Kelahiran Beliau
Beliau rahimahullaah dilahirkan pada malam 27 Ramadhan 1347 H di Unaizah, salah satu kawasan Qashim, Saudi Arabia, dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan pancaran ilmu.

Kamis, 14 Februari 2013

Hari Valentine = Hari Zina = Hari Melacur














Orang bilang hari ini (14 pebruari 2013) hari valentine. Hari palentine katanya hari kasih sayang. Bukan.. Bukan itu... Tapi hari palentine=hari ZINA=hari MELACUR=hari menuhankan SYAHWAT=hari mencampakkan ke[MALU]an=hari yang serba MENJIJIKKAN..!!