¤ Penanya:
Saya jadi bingung. Kalau Allah di “ATAS” berarti memerlukan tempat untuk bersemayam. Kalau memerlukan “TEMPAT”, berarti Allah “BERBENTUK”, sesuatu yang berbentuk berarti “BENDA”, kalau “BENDA” berarti tidak kekal.?
¤ Dijawab sbb. :
Allah tidak memerlukan tempat dan tidak diliputi oleh tempat. Allah tidak memerlukan makhluk-Nya sama sekali. Allah Mahakekal, selamanya, sebagaimana yang Allah beritakan.
اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur ….” (QS. Al-Baqarah: 255)
Saya jadi bingung. Kalau Allah di “ATAS” berarti memerlukan tempat untuk bersemayam. Kalau memerlukan “TEMPAT”, berarti Allah “BERBENTUK”, sesuatu yang berbentuk berarti “BENDA”, kalau “BENDA” berarti tidak kekal.?
¤ Dijawab sbb. :
Allah tidak memerlukan tempat dan tidak diliputi oleh tempat. Allah tidak memerlukan makhluk-Nya sama sekali. Allah Mahakekal, selamanya, sebagaimana yang Allah beritakan.
اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur ….” (QS. Al-Baqarah: 255)
















