Label

Sabtu, 29 Juni 2013

Jilbab Dan Akhlaq

Mendingan tidak usah berjilbab aja, daripada kaya si A berjilbab tapi masih sering berbuat maksiat.”

Jilbaban tapi kok gitu.


Pernah kita dapati pernyataan demikian. Sebuah pernyataan yang keluar dari orang yang tidak paham atau buta akan syari’at Allah. Pun terkadang terlontar juga dari orang ‘cerdas’ namun berpemikiran liberalis, pluralis.

Jumat, 31 Mei 2013

Benar, Wahhabi Bukan Dari "Islam" ..!


,,, BENAR, WAHHABI BUKAN DARI 'ISLAM' ,,,

Mataku terbelalak begitu membaca sebuah postingan di sebuah grup. Dikatakan di situ:
"WAHHABI BUKAN DARI ISLAM"

Sesaat aku terdiam. Aku mencoba tetap tenang, sabar, tidak terbawa emosi. Aku pun berdoa semoga si penulis mendapat hidayah dari Allah di atas alhaq, bermanhaj dengan manhaj yang benar, mencintai Sunnah Nabi dan istiqomah di atasnya, aqidah dan tauhidnya lurus, serta berpegang dengan manhaj As-Salafush Sholeh. Aamiin yaa Mujiibassaailiin.....

Wahai Dunia... Dengarkanlah !
Mungkin benar, bahwa Wahhabi (para pemegang Manhaj Salaf) itu tidak berasal dari 'Islam'. Karena itulah para Wahhabi:

Rabu, 29 Mei 2013

Cukup dengan sebutan Muslim saja?

 # Sebut Saja Muslim, Bukan Salafy
-------------------------------------------

Allah telah menamakan kita Muslim, lalu mengapa menisbatkan diri kepada Salaf? Keraguan ini telah dijawab dengan sangat indah oleh Imam Al-Albani dalam diskusinya dengan seseorang pada topik ini, direkam dalam kaset dengan judul “Saya Salafi” (Ana Salafi), dan berikut adalah pemaparan bagian penting dari diskusi tersebut.

Syaikh Al-Albani: “Jika ditanyakan kepadamu, “Apa madzhabmu?”, apa jawaban anda?

Penanya: “Saya seorang Muslim”

Syaikh Al-Albani: “Itu tidak cukup.”

Selasa, 21 Mei 2013

Mengenal Sekilas Imam Ahli Qira'ah

Al Qurraa’ As Sab’ah ( tujuh ahli qira’at ) yang terkenal, yang disebutkan oleh Abu Bakr bin Mujahid rahimahullah, dan dikhususkan penyebutan dikarenakan mereka – menurut Abu Bakr bin Mujahid - terkenal dengan ketelitian, amanah, dan lamanya mereka dalam menggeluti ilmu Qira’at, dan kesepakatan pendapat para ulama untuk mengambil Qira’at dari mereka.

Mereka itu adalah sebagai berikut :

Pertama : Abu ‘Amr bin Al ‘Alaa’, gurunya para perawi.
Dia adalah Ziyad bin Al ‘Alaa’ bin ‘Ammar Al Mazini Al Bashri rahimahullah. Ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Yahya, ada lagi yang mengatakan bahwa namannya adalah kunyahnya. Dia wafat di Kufah pada tahun 154 H.

Jumat, 17 Mei 2013

10 Kriteria Aliran Sesat menurut MUI

Bagaimana caranya menentukan suatu kelompok merupakan aliran sesat?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan 10 kriterianya. Pedoman agar tidak tersesat. Pedoman identifikasi aliran sesat dikemukakan dalam penutupan rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11/2007).

Berikut kriterianya:

1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang enam.

Mana Yang Lebih Utama : Wanita Dunia Atau Bidadari ..?


Terdapat sebuah riwayat sebagai berikut :

وروى عن أم سلمة زوج النبي ! قالت: قلت: يا رسول الله ! أخبرني عن قول الله عز وجل: (حور عين) قالحور) بيض (عين): ضخام، شفر الحوراء بمنزلة جناح النسر قلت: يا رسول الله! فأخبرني عن قول الله عز وجل (كأنهن الياقوت

والمرجان) ؟ قال: صفاؤهن كصفاء الدر الذي في الأصداف الذي لا تمسه الأيدي قلت: يا رسول الله ! فأخبرني عن قول الله عز وجل (فيهن خيرات حسان) قال: خيرات الأخلاق، حسان الوجوه) قلت: يا رسول الله ! فأخبرني عن قول الله عز

وجل (كأنهن بيض مكنون) قال: رقتهن كرقة الجلد الذي في داخل البيض مما يلي القشر وهو (الغرقئ) قلت: يا رسول الله ! فأخبرني عن قول الله عز وجل (عربا أترابا) ؟ قال: هن اللواتي قبضن في دار الدنيا عجائز رمصا شمطا، خلقهن الله

بعد الكبر فجعلهن عذارى عربا متعشقات متحببات أترابا على ميلاد واحد قلت: يا رسول الله ! أنساء الدنيا أفضل أم الحور العين ؟ قال: نساء الدنيا أفضل من الحور العين، كفضل الظهارة على البطانة قلت: يا رسول الله ! وبم ذاك ؟ قال:

بصلاتهن وصيامهن وعبادتهن الله عز وجل ؛ ألبس الله عز وجل وجوههن النور، وأجسادهن الحرير، بيض الألوان، خضر الثياب، صفر الحلي، مجامرهن الدر، وأمشاطهن الذهب، يقلن: ألا نحن الخالدات فلا نموت أبدا، ألا ونحن الناعمات فلا

نبأس أبدا، ألا ونحن المقيمات فلا نظعن أبدا، ألا ونحن الراضيات فلا نسخط أبدا، طوبى لمن كنا له وكان لنا قلت: يا رسول الله ! المرأة منا تتزوج الزوجين والثلاثة والأربعة في الدنيا ؛ ثم تموت فتدخل الجنة ويدخلون معها ؛ من يكون زوجها

منهم ؟ قال: يا أم سلمة ! إنها تخير، فتختار أحسنهم خلقا، فتقول: أي رب ! إن هذا كان أحسنهم معي خلقا في الدار الدنيا فزوجنيه ؛ يا أم سلمة ذهب حسن الخلق بخير الدنيا والآخرة

Ummu Salamah radhiallahu ‘anha dia berkata : " Saya berkata : "Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jelita."

Selasa, 14 Mei 2013

Peristiwa Karbala Dalam Pandangan Ahlussunnah Wal Jama’ah

Oleh: Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

URGENSI SANAD
Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan dalam kitab Aqidah al-Wasithiyyah : "Ahlussunnah menahan lidah dari permasalahan atau pertikaian yang terjadi diantara para Sahabat Radhiyallahu 'anhum. Dan mereka juga mengatakan: “Sesungguhnya riwayat-riwayat yang dibawakan dan sampai kepada kita tentang keburukan-keburukan para Sahabat Radhiyallahu 'anhum (pertikaian atau peperangan) ada yang dusta dan ada juga yang ditambah, dikurangi dan dirubah dari aslinya (serta ada pula yang shahih-pen). Riwayat yang shahih. menyatakan, bahwa para Sahabat Radhiyallahu 'anhum ini ma'dzûrûn (orang-orang yang diberi udzur). Baik dikatakan karena mereka itu para mujtahid yang melakukan ijtihad dengan benar ataupun juga para mujtahid yang ijtihadnya keliru.”[1]

Senin, 29 April 2013

Fitnah Wanita

Bismillah..

Tulisan ini bukan bermaksud memojokkan seorang wanita. Akan tetapi sekedar berbagi mengenai apa yang di sampaikan oleh kekasih kita Rosulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam yaitu perihal Fitnah wanita. Terima atau tidak terima begitulah Rosulullah *Shallallaahu 'alaihi wa sallam menasehati ummatnya dari bahaya fitnah wanita.

Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki laki (melainkan fitnah yang datang dari) wanita.” Dikeluarkan oleh Bukhari (9/5096); Muslim (4/2097), Ibnu Majah (3998) dan At-Tirmidzi (2780) dan dia berkata: “Hadits Hasan Shahih”

Jumat, 26 April 2013

Muallaf Yang Digelari Wahaby

Setelah saya masuk Islam, pastinya orang-orang mantan agama yang dulu saya anut, membenci saya. Tapi bagi saya hinaan, celaan, makian dari orang-orang yang dulu pernah dekat dengan saya, ditanggapi dengan senyuman, dan saya tetap berpegang teguh kepada keyakinan saya yang baru, dan ingin menjadi muslim yang sejati.

Menghadapi fitnah dari agama nasrani (mantan agama saya), tentunya saya mesti memperdalam Al Qur’an dan Sunnah, agar saya bisa membantah mereka hujah berdasarkan dalil yang shahih.

Ketika saya memperdalam Al Qur’an dan Hadist, untuk bekal ilmu berdakwah kepada orang-orang Nasrani, justru kendala dari umat islam sendiri, malah sering saya dihina, dicaci-maki, dilabeli gelar, seperti teroris, wahaby, sawah, salahfikir, dsb,,,

Okelah kalau begitu ...

Ketika saya mengorek-ngorek ritual kaum Nasrani tentang Selametan Kematian 1-7, 40, 100, setahun, saya bilang itu bukan ajaran yesus, itu ajaran Hindu
eh..justru malah saya diberi gelar kenduri WAHABY

Selasa, 23 April 2013

Biografi Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al Abbad al Badr -Haafidzahumallah-

Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan dishohihkan Syaikh Al-Albani rohimahulloh dalam Shohihul Jami’ no. 6297)

Alhamdulillah sudah yang ketiga kalinya Syaikh Abdur Rozzaq al-Badr hafidzohulloh seorang ulama Sunnah dari Madinah datang ke Indonesia dan mengisi Tabligh Akbar di Masjid Istiqlal Jakarta, dan yang telah diselenggarakan berjalan lancar. Dan semoga bisa menambah eratnya hubungan antara ulama dengan kaum muslimin di Indonesia.

Syaikh Abdur Rozzaq al-Badr tentu tidak asing lagi bagi ikhwan wa akhwat fillah yang sering mendengarkan kajian live beliau di Radio Rodja 756AM setiap ahad & senin malam, dimana di sana beliau memberikan nasehat-nasehatnya yang berharga dan berinteraksi dengan kaum muslimin Indonesia melalui forum tanya jawab, semoga Alloh membalas beliau dan para penyelenggara dengan kebaikan.

Senin, 22 April 2013

Rekaman Kajian Syaikh Abdurrazzaaq bin Abdil-Muhsin al-Abbad al-Badr di Indonesia, April 2013

Berikut ini adalah rekaman kajian Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaaq bin Abdil-Muhsin al-Abbad al-Badr hafizhahumallahu ta’ala:


  1. Cinta Rosulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam
    Ahad, 21 April 2013, Masjid Istiqlal, Jakarta

Minggu, 21 April 2013

Keyakinan Tentang Nur Muhammad


Saya termasuk orang yang 'pernah' membaca dan meyakini bahwa Nabi Muhammad Shallallaahu'alaihi wa sallam adalah makhluq yang pertama kali diciptakan oleh Allah dan diciptakan dari cahaya Allah.

Namun benarkah demikian keyakinan tersebut..??? sekedar berbagi ilmu mengenai keyakinan tsb. dari artikel yang saya dapati berikut ini :

Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam… Beliau merupakan hamba Allah sekaligus utusan-Nya. Allah telah memilihnya sebagai hamba-Nya yang paling mulia dan sebagai pengemban risalah bagi seluruh jin dan manusia. Selain itu, Allah juga telah memuliakan beliau dengan beberapa keutamaan yang tidak dimiliki oleh makhluk selainnya.

Keyakinan Nur Muhammad

Di antara keyakinan tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang banyak tersebar di Indonesia, khususnya bagi mereka yang biasa bergelut dengan dunia ke-sufi-an, adalah keyakinan bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di ciptakan dari cahaya Allah; dan seluruh alam semesta diciptakan dari cahayanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Benarkah pemahaman ini?

Barang siapa yang Mengenal Dirinya, Dia akan Mengenal Rabb-Nya

Kembali berbagi .. mengenai apa yang "pernah" saya baca dan yakini mengenai ungkapan (yang "katanya" hadits Nabi) berbunyi :

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ

“Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.”

Ungkapan yang populer di kalangan kaum muslimin, mereka menganggapnya sebagai ucapan yang berasal dari Rasulullah , bahkan sering disampaikan oleh para penceramah dan dinukil oleh para penulis.

Padahal hadits ini adalah HADITS YANG PALSU, bahkan TIDAK MEMILIKI ASAL dan tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits yang ada di tangan para ulama ahli hadits, sehingga mereka menghukuminya sebagai HADITS DUSTA YANG DIPALSUKAN ATAS NAMA RASULULLAH.

Kamis, 11 April 2013

Tumbal Seorang Gadis Cantik Jelita di Sungai Nil

Larung Sesaji Kepala Kerbau (gambar ilustrasi)
Ibnu Katsir -Raahimahullaah- dan ahli sejarah lainnya mengisahkan :

Sahabat Amer bin Al Ash atas perintah Khalifah 'Umar bin Katthab berhasil menundukkan negri Mesir dan mengislamkan penduduknya.

Namun tidak selang beberapa lama dari keislaman penduduk Negri Mesir, sahabat Amer bin al Ash dikejutkan oleh satu kejadian aneh.

Sungai Nil yang menjadi sumber penghidupan penduduk setempat, di setiap tahun sekali harus diberi tumbal. Bila tidak, maka sungai Nil akan berheni mengalir.

Rabu, 10 April 2013

Kalau Allah di “ATAS” berarti memerlukan tempat untuk bersemayam ..??

¤ Penanya:

Saya jadi bingung. Kalau Allah di “ATAS” berarti memerlukan tempat untuk bersemayam. Kalau memerlukan “TEMPAT”, berarti Allah “BERBENTUK”, sesuatu yang berbentuk berarti “BENDA”, kalau “BENDA” berarti tidak kekal.?

¤ Dijawab sbb. :
Allah tidak memerlukan tempat dan tidak diliputi oleh tempat. Allah tidak memerlukan makhluk-Nya sama sekali. Allah Mahakekal, selamanya, sebagaimana yang Allah beritakan.

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur ….” (QS. Al-Baqarah: 255)

Jumat, 05 April 2013

Bait Sya’ir yang membuat Al-Imam Ahmad -rahimahullaah- menangis

Dikisahkan, ada seseorang yang mendatangi Al-Imam Ahmad dan bertanya kepada beliau, “Wahai Imam, bagaimana menurut anda mengenai sya’ir ini?

Beliau menjawab, “Sya’ir apakah ini?” di mana orang tersebut membaca sya’ir berikut

إذا ما قال لي ربي اما استحييت تعصيني

Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah engkau tidak malu bermaksiat kepada-Ku?”

Sya’ir Aqidah Muslim karya Syaikh Mula ‘Imran ‘Ali Al-’Imran rahimahullah

Berikut adalah sya’ir yang dibuat oleh Asy-Syaikh Mula ‘Imran -rahimahullaah- ulama pada abad ke-13 hijriyyah yang saya nukilkan dari kitab Manhaj Al-Firqotun Najiyah Wa Ath-Thoifah Al-Mansuroh karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu -rahimahullaah-

إن كان تابعُ أحمدٍ متوهّبا
فأنا المقِرُّ بأنني وهَّابي

Jika pengikut Ahmad (Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah Wahhabi
Maka ku akui bahwa diriku adalah Wahhabi

أنفي الشريك عن الإله فليسَ لي
ربٌّ سوى المتفردِ و الوهاب

Kutiadakan sekutu bagi Ilah, maka tidak ada (sesembahan) bagiku
Kecuali Rabb Yang Maha Esa lagi Maha Pemberi

Sya'ir Ibnul Qoyyim tentang Wanita Bidadari

Bait-bait ini diambil dari kitab Ibnul Qoyyim yang berjudul Al-Kaafiyah As-Syaafiyah, yang dikenal juga dengan Nuuniah Ibnil Qoyyim rahimahullah. Bait-bait sya’ir ini disebut dengan “Nuuniah” karena seluruh bait-bait sya’ir tersebut diakhiri dengan huruf nuun, sebagaimana nanti bisa dilihat oleh para pembaca yang budiman.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

وَرَأَوْا عَلَى بُعْدٍ خِيَامًا مُشْرِفا ... تٍ مُشْرِقَاتِ النُّوْرِ وَالْبُرْهَانِ

Dan mereka (para lelaki penghuni surga) melihat dari kejauhan kemah kemah yang tinggi dan memancarkan cahaya dan petunjuk

فَتَيَمَّمُوْا تِلْكَ الْخِيَامَ فَآنَسُوْا ... فِيْهِنَّ أَقْمَارَا بِلاَ نُقْصَانِ

Merekapun menuju ke kemah-kemah tersebut maka mereka mendapati dalam kemah-kemah tersebut rembulan-rembulan yang sempurna tanpa kekurangan sedikitpun

مِنْ قَاصِرَاتِ الطَّرْفِ لاَ تَبْغَى سِوَى ... مَحْبُوْبِهَا مِنْ سَائِرِ الشُّبَّانِ

Para bidadari yang membatasi lirikan mata mereka, bidadari tidak menginginkan melainkan kekasihnya dari para pemuda yang ada

Senin, 01 April 2013

Larangan Berfikir Tentang Dzat Allah

Allah Subhaanahu wa ta'aala berfirman yang artinya,  

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.'" (Ali 'Imran: 191).

"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.'" (Yunus: 101).

"Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu Karena mereka akan masuk neraka." (Shaad: 27).

Makhluk yang pertama diciptakan Allah

 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (artinya):  
“Yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-Qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ Ia menjawab: ‘Wahai Rabb-ku apa yang harus aku tulis?’ Allah berfirman: ‘Tulislah taqdir segala sesuatu sampai terjadinya hari Kiamat.’”  
(HR. Abu Dawud [no. 4700], Shahih Abi Dawud [no. 3933], at-Tirmidzi [no. 2155, 3319], Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah [no. 102], al-Ajurry dalam asy-Syari’ah [no.180], Ahmad [V/317], Abu Dawud ath-Thayalisi [no. 577], dari Sahabat ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu ‘anhu, hadits ini shahih). (Silahkan lihat buku Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tulisan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas halaman 377).